Rabu, 26 Desember 2012

Senin, 17 Desember 2012

"RODA" Solusi Terdepan Kurikulum 2013




Wacana Pemberlakuan Kurikulum 2013 bagi Sekolah Dasar
"Kurikulum adalah sebuah rancangan pembelajaran, yang disusun dengan mempertimbangkan berbagai hal mengenai proses pembelajaran serta perkembangan individu" (Hilda Taba).

Indonesia sebagai negara berkembang terus berusaha mengimbangi kemajuan dalam berbagai bidang.  Di dalam bidang pendidikan, misalnya. Indonesia berupaya memperbaiki kerangka-kerangka pendidikan yang diberlakukan bagi para putra bangsa, sehingga kini muncullah sebuah wacana mengenai Kurikulum 2013 yang akan diberlakukan dalam waktu dekat ini. Seluruh proses pembelajaran dilaksanakan berdasarkan prinsip holistik yang kemudian berdampak pada pengerucutan jumlah mata pelajaran dari 10 menjadi 6 mata pelajaran dan penambahan jumlah jam pelajaran. 
Meski Kurikulum 2013 bertujuan untuk memperbaiki kondisi pendidikan di Indonesia, namun tak pelak bahwa perubahan ini memberikan dampak berupa kebingungan bagi para praktisi pendidikan, khususnya bagi para guru. Sehingga tidak mengherankan apabila kemudian muncul pertanyaan-pertanyaan seperti "Bagaimana cara menerapkan pembelajaran holistik pada semua jenjang kelas di SD?"

Rolling Declaration (RODA), Solusi Kurikulum 2013
Tim Penulis menawarkan suatu gebrakan baru dengan harapan dapat digunakan sebagai 'senjata' dalam menghadapi pemberlakuan Kurikulum 2013. Pembelajaran yang berbasis RODA merupakan proses pembelajaran yang berusaha memadukan berbagai strategi, seperti active learning, multiple intelegency, pembelajaran berbasis lingkungan, dan pendidikan karakter. Poin utama dalam RODA ini adalah mengembangkan kerangka silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang kemudian diharapkan dapat direalisasikan menjadi sebuah proses pembelajaran yang ramah kepada siswa: menarik alias tidak menjemukan. Karena di dalam RODA siswa diposisikan sebagai subjek pembelajaran, bukan lagi sebagai objek yang dikenai pembelajaran layaknya sebuah mesin yang harus melakukan sesuatu berdasarkan perintah.
Disebut sebagai Rolling karena aspek penting dalam pembelajaran seperti pemilihan tema dan sumber serta media pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh guru saja (sebagaimana yang terjadi pada kurikulum-kurikulum terdahulu), namun dilaksanakan secara bergiliran oleh siswa. Dengan demikian maka pembelajaran akan dilaksanakan berdasarkan what children want, sehingga mampu menimbulkan rasa antusiasme tersendiri di dalam diri siswa. Siswa melaksanakan proses pembelajaran atas dasar rasa suka dan bukan lagi atas dasar paksaan. Begitu pula dengan pelaksanaan evaluasi. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru saja, namun orang tua juga memiliki hak untuk melakukan evaluasi. Evaluasi oleh orang tua digunakan sebagai triangulasi penilaian yang dilakukan oleh guru, sehingga dapat diperoleh timbal balik yang lebih akurat.
Roda singkatan dari Rolling Declaration, merupakan penawaran inovasi dalam bidang strategi pembelajaran yang turut mendukung kelancaran pelaksanaan kurikulum 2013 dengan mengkolaborasikan aspek pendidikan karakter, menginternalisasikan kecerdasan majemuk dan gaya belajar, serta mendistribusikan berbagai metode pembelajaran . Ide dasar Roda adalah rolling dan perjanjian. Inti pembelajaran Roda adalah kebebasan peserta didik dalam menentukan tema pembelajaran, lokasi pembelajaran, serta bagaimana pembelajaran tersebut akan dilakukan. Adapun langkah-langkah Roda adalah sebagai berikut :
1.      Pada pertemuan pertama pembelajaran peserta didik membuat deklarasi mengenai :
       a. Rolling penyampaian cita-cita
       b. Rolling pola duduk per hari/ per minggu
       c. Rolling petugas pemimpin doa selama satu semester
      d. Rolling petugas peringkas pembelajaran selama satu semester
       Adapun cara penentuan rolling sesuai dengan kesepakatan kelas, bisa berdasar tanggal lahir, bulan lahir dll.
2.      Pada pertemuan pertama guru menawarkan tema-tema serta ruang pembelajaran selama satu semester, peserta didik memilih, kemudian hasil rolling tema dan ruang belajar tersebut di dokumentasikan dalam papan jadwal pembelajaran tematik di kelas.
3.      Guru membuat buku penghubung dengan orang tua sebagai :
a.       Alat komunikasi guru dan orang tua
b.      Alat pemantau belajar peserta didik
c.       Timbal balik refleksi dan evaluasi guru dan orang tua

Demikianlah, RODA diharapkan mampu membantu para guru dalam menyongsong datangnya Kurikulum 2013.