Rolling Declaration (RODA) Learning Strategy memiliki penjabaran sebagai berikut:
SANG RODA INOVATOR
Blog ini adalah milik kami, mahasiswa-mahasiswi PGSD Universitas Negeri Yogyakarta angkatan tahun 2009. Terdiri dari Avinda, Esti,Meylinda, Rara, Tri, Zeilla, Ridho, Tya, Kunthi, Endah, Chanifur Rochman, dan Rahmat Simon, merupakan Tim XIV Liga Inovator 2012. Satu asa kami, memberikan kontribusi kecil bagi dunia pendidikan Indonesia.
Rabu, 26 Desember 2012
Senin, 17 Desember 2012
"RODA" Solusi Terdepan Kurikulum 2013
Wacana
Pemberlakuan Kurikulum 2013 bagi Sekolah Dasar
"Kurikulum adalah sebuah
rancangan pembelajaran, yang disusun dengan mempertimbangkan berbagai hal
mengenai proses pembelajaran serta perkembangan individu" (Hilda Taba).
Indonesia sebagai negara
berkembang terus berusaha mengimbangi kemajuan dalam berbagai bidang. Di
dalam bidang pendidikan, misalnya. Indonesia berupaya memperbaiki
kerangka-kerangka pendidikan yang diberlakukan bagi para putra bangsa, sehingga
kini muncullah sebuah wacana mengenai Kurikulum 2013 yang akan diberlakukan
dalam waktu dekat ini. Seluruh proses pembelajaran dilaksanakan
berdasarkan prinsip holistik yang kemudian berdampak pada pengerucutan jumlah
mata pelajaran dari 10 menjadi 6 mata pelajaran dan penambahan jumlah jam
pelajaran.
Meski Kurikulum 2013 bertujuan
untuk memperbaiki kondisi pendidikan di Indonesia, namun tak pelak bahwa
perubahan ini memberikan dampak berupa kebingungan bagi para praktisi
pendidikan, khususnya bagi para guru. Sehingga tidak mengherankan apabila
kemudian muncul pertanyaan-pertanyaan seperti "Bagaimana cara menerapkan
pembelajaran holistik pada semua jenjang kelas di SD?"
Rolling Declaration (RODA),
Solusi Kurikulum 2013
Tim Penulis menawarkan suatu
gebrakan baru dengan harapan dapat digunakan sebagai 'senjata' dalam menghadapi
pemberlakuan Kurikulum 2013. Pembelajaran yang berbasis RODA merupakan proses
pembelajaran yang berusaha memadukan berbagai strategi, seperti active
learning, multiple intelegency, pembelajaran berbasis lingkungan, dan
pendidikan karakter. Poin utama dalam RODA ini adalah mengembangkan kerangka
silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang kemudian diharapkan
dapat direalisasikan menjadi sebuah proses pembelajaran yang ramah kepada
siswa: menarik alias tidak menjemukan. Karena di dalam RODA siswa diposisikan
sebagai subjek pembelajaran, bukan lagi sebagai objek yang dikenai pembelajaran
layaknya sebuah mesin yang harus melakukan sesuatu berdasarkan perintah.
Disebut sebagai Rolling
karena aspek penting dalam pembelajaran seperti pemilihan tema dan sumber serta
media pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh guru saja (sebagaimana yang
terjadi pada kurikulum-kurikulum terdahulu), namun dilaksanakan secara
bergiliran oleh siswa. Dengan demikian maka pembelajaran akan dilaksanakan
berdasarkan what children want, sehingga mampu menimbulkan rasa
antusiasme tersendiri di dalam diri siswa. Siswa melaksanakan proses
pembelajaran atas dasar rasa suka dan bukan lagi atas dasar paksaan. Begitu
pula dengan pelaksanaan evaluasi. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru
saja, namun orang tua juga memiliki hak untuk melakukan evaluasi. Evaluasi oleh
orang tua digunakan sebagai triangulasi penilaian yang dilakukan oleh guru,
sehingga dapat diperoleh timbal balik yang lebih akurat.
Roda singkatan dari Rolling Declaration, merupakan penawaran
inovasi dalam bidang strategi pembelajaran yang turut mendukung kelancaran
pelaksanaan kurikulum 2013 dengan mengkolaborasikan aspek pendidikan karakter,
menginternalisasikan kecerdasan majemuk dan gaya belajar, serta
mendistribusikan berbagai metode pembelajaran . Ide dasar Roda adalah rolling dan perjanjian. Inti
pembelajaran Roda adalah kebebasan peserta didik dalam menentukan tema
pembelajaran, lokasi pembelajaran, serta bagaimana pembelajaran tersebut akan
dilakukan. Adapun langkah-langkah Roda adalah sebagai berikut :
1.
Pada pertemuan pertama pembelajaran peserta didik membuat deklarasi
mengenai :
a. Rolling penyampaian cita-cita
b. Rolling pola duduk per hari/ per minggu
c. Rolling petugas pemimpin doa selama satu semester
d. Rolling petugas peringkas pembelajaran selama satu semester
Adapun cara penentuan rolling sesuai dengan kesepakatan kelas, bisa
berdasar tanggal lahir, bulan lahir dll.
2.
Pada pertemuan pertama guru menawarkan tema-tema serta ruang pembelajaran
selama satu semester, peserta didik memilih, kemudian hasil rolling tema dan ruang belajar tersebut
di dokumentasikan dalam papan jadwal pembelajaran tematik di kelas.
3.
Guru membuat buku penghubung dengan orang tua sebagai :
a.
Alat komunikasi guru dan orang tua
b.
Alat pemantau belajar peserta didik
c.
Timbal balik refleksi dan evaluasi guru dan orang tua
Demikianlah, RODA diharapkan
mampu membantu para guru dalam menyongsong datangnya Kurikulum 2013.
Langganan:
Komentar (Atom)

